(Tugas Peper Pengantar
Ekonomi Pertanian)
Eldineri Zulkarnain
1214121073

JURUSAN
AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
LAMPUNG
2013
I.
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Pada Pasar
ini permintaan dan penawaran bergerak secara leluasa. Karena dalam pasar ini
terdapat banyak penjual dan pembeli. Sehingga harga yang terbentuk dikarenakan
keinginan produsen dan konsumen. Karena permintaan mencerminkan konsumen dan
Penawaran mencerminkan Produsen.
Dalam
pasar persaingan sempurna terdapat banyak penjual dan pembeli. Artinya jumlah
penjual dan pembeli sama-sama banyak, maka harga tidak bisa dipengaruhi oleh
satu penjual atau pembeli saja. Sehingga penjual dan pembeli telah menerima
tingkat harga yang terbentuk didalam pasar sebagai suatu dantum atau fakta yang
tidak dapat diubah.
Bagi
pembeli, barang atau jasa yang ia beli merupakan bagian kecil dari keseluruhan
jumlah pembelian masyarakat. Bagi penjual pun berlaku hal yang sama sehingga
bila penjual menurunkan harga, ia Akan rugi sendiri, sedangkan bila menaikan
harga. Maka pembeli akan lari penjual lainnya.
1.2.
Tujuan
Tujuan
pembuatan karya tulis ini adalah:
1.
Untuk mengetahui ciri-ciri pasar persaingan sempurna.
2.
Untuk mengetahui pemaksimuman keuntungan jangka pendek.
3.
Untuk mengetahui operasi perusahaan dan industri dalam jangka panjang.
4.
Untuk mengetahui kebaikan dan keburukan pasar persaingan sempurna.
II.
PEMBAHASAN
MASALAH
2.1.
Ciri-Ciri Pasar Persaingan Sempurna.
Pasar
persaingan sempurna dapat kita definisikan sebagai struktur pasar yang paling
ideal, karena dianggap sistem pasar ini adalah struktur pasar yang akan
menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang atau jasa yang tertinggi
(optimal) efisiensi. Dalam analisis ekonomi sering dimisalkan bahwa
perekonomian merupakan pasar persaingan sempurna. Akan tetapi dalam prakteknya
tidaklah seperti itu, karena tidak mudah untuk menentukan jenis industri yang
struktur organisasinya digolongkan kepada persaingan sempurna yang murni, yaitu
ciri-cirinya, struktur pasar dari berbagai kegiatan di sektor pertanian.
Walaupun
pasar persaingan sempurna yang murni tidak terwujud didalam praktek namun
sangata penting untuk mempelajari tentang corak kegiatan perusahaan dalam
persaingan sempurna. Pengetahuan mengenai keadaan persaingan sempurna dapat
dijadikan landasan di dalam membuat perbandingan dengan ketiga jenis struktur
pasar lainnya. Di samping itu analisis ke atas pasar persaingan sempurna adalah
suatu permulaan yang baik dalam mempelajari cara-
cara
perusahaan menentukan harga dan produksi di dalam usaha mereka untuk mencari
keuntungan
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna
sebagai berikut ini:
1.
Perusahaan adalah pengambil harga.
Yang
dimaksud tersebut adalah (price taker) yaitu perusahaan yang ada di dalam pasar
tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar. Apapun tindakan perusahaan
dalam pasar ia tidak akan menimbulkan perubahan atas harga yang berlaku di
pasar, karena harga barang ditentukan oleh interaksi di antara keselluruhan
produsen dan keseluruhan konsumen.
2.
Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk.
Prosuden
dapat masuk keluar sesuka perusahaan tersebut tanpa ada hambatan yang diterima
perusahaan tersebut dengan kata lain free entry
3.
Menghasilkan barang serupa.
Barang
yang dihasilkan oleh satu produsen dengan yang lainnya hampir sama, bahkan
sulit untuk dibedakan. Barang yang dihasilkan oleh satu produsen dengan
produsen lainnya. Barang seperti itu dinamakan dengan istilah idential atau
homogenous. Karena barang tersebut sangat serupa maka konsumen sulit untuk
membedakan. Barang yang dihasilkan merupakan pengganti sempurna kepada barang
yang dihasilkan oleh produsen-produsen yang lain. Akibatnya tidak ada gunanya
menggunakan strategi bukan harga atau nonprice competition yaitu persaingan
dengan menggunakan iklan atau promisi ini merupakan cara yang tidak efisien.
4.
Terdapat banyak perusahaan di Pasar.
Karena
banyak terdapat perusahaan maka perusahaan tidak dapat menentukan harga atau
mengubah harga di dalam pasar. Sifat ini mempunyai dua aspek yaitu jumlah
perusahaan sangat banyak dan masing-masing perusahaan adalah relative kecil
kalau dibandingkan dengan keseluruhan perusahaan yang ada didalam pasar.
Akibatnya yaitu sangat sedikti jumlah produksi dalam industri tersebut.
5.
Pembeli mempunyai pengetahuan sempurna mengenai pasar.
Konsumen
mengetahui pengetahuan yang sempurna mengenai pasar sempurna karena mereka
mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahan atas harga tersebut.
Akibatnya produsen tidak dapat menjual barang dagangannya kepada konsumen
dengan harga tinggi.
2.2.
Pemaksimuman
Keuntungan Jangka Pendek.
Dalam hal
ini terdapat dua syarat yaitu :
1) Membandingkan
hasil penjualan total dengan biaya total.
2) Menunjukan
keadaan di mana hasil penjualan merjinal sama dengan biaya marjinal.
Dalam cara
pertama keuntungan ditentukan dengan menghitung perbandingan hasil penjualan
total dengan biaya total. Keuntungan akan mencapai maksimum apabila perbedaan
di antara keduanya adalah maksimum. Maka dengan cara yang pertama ini
keuntungan yang maksimum akan dicapai apabila perbedaan nilai antara hasil penjualan total dengan biaya total adalah
yang paling maksimum.
Dalam cara
yang kedua adalah dengan menggunakan bantuan kurva atau data biaya rata-rata
dan biaya marjinal. Pemaksimuman keuntungan dicapai pada tingkat produksi
dimana hasil MR=MC. Suatu perusahaan akan menambah hasil keuntungannya apabila
MR>MC. Jika sebaliknya yaitu MR<MC , mengurangi produksi dan penjualan
akan menambah untung. Maka keuntungan maksimum dapat dicapai dalam keadaan di
mana MR=MC.
Menentukan keuntungan maksimum dapat dilihat bila posisi
sebagai berikut :
1) Keuntungan
= Hasil penjualan total – Biaya produksi total
2) Tambahan
keuntungan = Tambahan penjualan total – Tambahan biaya.
2.3.
Operasi
perusahaandan industri dalam jangka panjang.
Dalam
jangka panjang perusahaan dan industri dapat membuat beberapa perunahan
tertentu yang di dalam jangka pendek tidak dapat dilakukan. Perusahaan tidak
lagi mengeluarkan biaya tetap namun semua biaya berubah. Seterusnya kedalam
industri juga terdapat perubahan yaitu perusahaan baru akan memasuki industri
dan beberapa perusahaan yang tidak efisien akan gulung tikar dan menninggalkan
pasar.
Apabila suatu
perusahaan tidak dapat menutupi biaya berubahnya makan ia tidak akan
membubarkan perusahaannya, tetapi hanya akan menghentikan kegiatan produksinya.
Perubahan lain yang mungkin berlaku dalam jangka panjang adalah kemajuan
teknologi , kenaikan upah gaji karyawan dan kenaikan harga umum (inflasi).
Analisis
dalam bagian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penyesuaian-penyesuaian yang
berlaku menimbulkan perubahan dalam keadab dipasar. Dua keadaan berikut adalah
sebagai berikut :
1) Keadaan yang terwujud apabila
permintaan bertambah.
2) Keadaan yang terwujud apabila
permintaan berkurang.
2.4.
Kebaikan
dan Keburukan Pasar Persaingan Sempurna.
Didalam
pasar persaingan sempurna terdapat beberapa kebaikan dan keburukannya yaitu
sebagai berikut. Namun sebelum saya menerangkan kebaikan pasar persaingan
sempurna , pasar persaingan sempurna harus dilihat dari sudut efisiensi
terlebih dahulu, terdapat dua konsep efisiensi yaitu : efisiensi produktif dan
efisiensi elokatif.
a. Efisiensi
produktif
Untuk
mencapai efisiensi produktif harus dipenuhi dua syarat. Yang pertama, untuk
setiap tingkat produksi, biaya yang dikeluarkan adalah yang paling minimum.
Untuk menghasilkan suatu tingkat produksi berbagai corak gabungan faktor-faktor
produksi dapat digunakan. Gabungan yang paling efisien adalah gabungan yang
mengeluarkan biaya yang paling sedikit. Syarat ini harus dipenuhi pada setiap
tingkat produksi. Syarat yang kedua, industri secara keseluruhan harus
memproduksi barang pada biaya rata-rata yang paling rendah, yaitu pada waktu
kurva AC mencapai titik yang paling rendah. Apabila suatu industri mencapai
keadaan tersebut maka tingkat produksinya dikatakan mencapai tingkat efisiensi
produksi yang optimal, dan biaya produksi yang paling minimal.
b. Efisiensi
Alokatif
Untuk
melihat apakah efisiesi alokatif dicapai atau tidak, perlulah dilihat apakah
alokasi sumber-sumber daya keberbagi kegiatan ekonomi/produksi telah dicapai
tingkat yang maksimum atau belum. Alokasi sumber-sumber daya mencapai efisiensi
yang maksimum apabila dipenuhi syarat berikut : harga setiap barang sama dengan
biaya marjinal untuk memproduksi barang tersebut. Berarti untuk setiap kegiatan
ekonomi, produksi harus terus dilakukan sehingga tercapai keadaan dimana
harga=biaya marjinal. Dengan cara ini produksi berbagai macam barang dalam
perekonomian akan memaksimumkan kesejahteraan masyarakat.
Efisiensi dalam persaingan sempurna
Didalam persaingan sempurna, kedua
jenis efisiensi ynag dijelaskan diatas akan selalu wujud. Telah dijelaskan
bahwa didalam jangka panjang perusahaan dalam persaingan sempurna akan mendapat
untung normal, dan untung normal ini akan dicapai apabila biaya produksi adalah
yang paling minimum. Dengan demikian, sesuai dengan arti efisiensi produktif
yang telah dijelaskan dalam jangka panjang efisiensi produktif selalu dicapai
oleh perushaan dalam persaingan sempurna.
Telah juga dijelaskan bahwa dalam
persaingan sempurna harga = hasil penjualan marjinal. Dan didalam memaksimumkan
keuntungan syaratnya adalah hasil penjualan marjinal = biaya marjinal. Dengan
demikian didalam jangka panjang keadaan ini berlaku: harga = hasil penjualan
marjinal = biaya marjinal. Kesamaan ini membuktikan bahwa pasar persaingan
sempurna juga mencapai efisiensi alokatif.
Dari kenyataan bahwa efisiensi
produktif dan efisiensi alokatif dicapai didalam pasar persaingan sempurna.
1. Kebebasan
bertindak dan memilih
Persaingan sempurna menghindari
wujudnya konsentrasi kekuasaan di segolonan kecil masyarakat. Pada umumnya orang
berkeyakinan bahwa konsentrasi semacam itu akan membatasi kebebasan seseorang
dalam melakukan kegiatannya dan memilih pekerjaan yang disukainya. Juga
kebebasaannya untuk memilih barang yang dikonsumsikannya menjadi lebih
terbatas.
Didalam pasar yang bebas tidak
seorang pun mempunyai kekuasaan dalam menentukan harga, jumlah produksi dan
jenis barang yang diproduksikan. Begitu pula dalam menentukan bagaimana
faktor-faktor produksi digunakan dalam masyarakat, efisiensilah yang menjadi
factor yang menentukan pengalokasinya.
Tidak seorang pun mempunyai kekuasan
untuk menentukan corak pengalokasiannya. Selanjutnya dengan adanya kebebasaan
untuk memproduksikan berbagai jenis barang maka masyarakat dapat mempunyai
pilihan yang lebih banyak terhadap barang-barang dan jasa-jasa yang diperlukan
untuk memenuhi kebutuhannya. Dan masyarakat mempunyai kebebasan yang penuh
keatas corak pilihan yang akan dibuatnya dalam menggunakan factor-faktor
produksi yang mereka miliki.
Disamping memiliki
kebaikan-kebaikan, pasar persaingan sempurna juga memiliki keburukan-keburukan
antara lain:
2. Persaingan
sempurna tidak mendorong inovasi
Dalam pasar persaingan sempurna
teknologi dapat dicontoh dengan mudah oleh perusahaan lain. Sebagai akibatnya
suatu perusahaan tidak dapat meemperoleh keuntungan yang kekal dari
mengembangkan teknologi dan teknik memproduksi yang baru tersebut. Oleh sebab
itulah keuntungan dalam jangka panjang hanyalah berupa keuntungan normal,
Karena walaupun pada mulanya suatu perusahaan dapat menaikkan efisiensi dan
menurunkan biaya, perusahaan-perusahaan lain dalam waktu singkat juga dapat
berbuat demikian. Ketidakkekalan keuntungan dari mengembangkan teknologi ini
menyebabkan perusahaan-perusahaan tidak terdorong untuk melakukan perkembangan
teknologi dan inovasi.
Disamping oleh alasan yang
disebutkan diatas, segolongan ahli ekonomi juga berpendapat kemajuan teknologi
adalah terbatas dipasar persaingan sempurna karena perusahaan-perusahan yang
kecil ukurannya tidak akan mampu untuk membuat penyelidikan untuk mengembangkan
teknologi yang lebih baik. Penyelidikan seperti itu sering kali sangat mahal
biayanya dan tidak dapat dipikul oleh perusahaan yang kecil ukurannya.
3. Persaingan
sempurna adakalanya menimbulkan biaya sosial
Didalam menilai efisiensi perusahaan
yang diperhatikan adalah cara perusahaan itu menggunakan sumber-sumber daya.
Ditinjau dari sudut pandangnan perusahaan, penggunaannya mungkimn sangat
efisien. Akan tetapi, ditinjau dari sudut kepentingan masyarakat, adakalanya
merugikan.
4. Membatasi
pilihan konsumen
Karena barang yang dihasilkan
perusahaan-perusahan adalah 100 persen sama, konsumen mempunyai pilihan yang
terbatas untuk menentukan barang yang akan dikonsumsinya.
5. Biaya
dalam pasar persaingan sempurna mungkin lebih tinggi
Didalam mengatakan biaya produksi
dalam pasar persaingan sempurna adalah paling minimum,tersirat (yang tidak
dinyatakan)pemisalan bahwa biaya produksi tidak berbeda. Pemisalan ini tidak
selalu benar. Perusahaan-perusahaan dalam bentuk pasar lainnya mungkin dapat
mengurangi biaya produksi sebagai akibat menikmati skala ekonomi,perkembangan
teknologi dan inovasi.
6. Distribusi
pendapatan tidak selalu rata
Suatu corak distribusi pendapatan
tertentu menimbulkan suatu pola permintaan tertentu dalam masyarakat. Pola
permintaan tersebut akan menentukan bentuk pengalokasian sumber-sumber daya.
Ini berarti distribusi pendapatan menentukan bagaimana bentuk dari penggunaan
sumber-sumber daya yang efisien. Kalau distribusi pendapatan tidak merata maka
penggunaan sumber-sumber daya (yang dialokasikan secara efisien) akan lebih
banyak digunakan untuk kepentingan golongan kaya.
III.
KESIMPULAN
Kesimpulan
yang dapat diambil dari karya tulis ini adalah :
1. Pasar
persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai suatu struktur pasar atau
industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual atau
pun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar
2. Ciri-ciri
dari pasar persaingan sempurna adalah
a. Perusahaan
adalah pengambil harga
b. Setiap
perusahaan mudah keluar atau masuk
c. Menghasilkan
barang yang serupa
d. Terdapat
banyak perusahaan di pasar
e. Pembeli
mempunyai pengetahuan yang sempurna
3. Kebaikan
dan keburukan dari pasar persaingan sempurna
Kebaikannya :
a. Persaingan
sempurna memaksimumkan efisiensi
b. Kebebasan
bertindak dan memilih
Keburukannya :
a. Persaingan
sempurna tidak mendorong inovasi
b. Persaingan
sempurna adakalanya menimbulkan biaya social
c. Membatasi
pilihan konsumen
d. Biaya
produksi dalam persaingan sempurna mungkin lebih tinggi
e. Distribusi
pendapatn tidak selalu merata
DAFTAR
PUSTAKA
Sukirno, Sadono. 2005. Mikro Ekonomi. Jakarta : PT
Raja Grafindo Persada
Gilarso, T. 1994. Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro Jilid 2. Kanisius. Yogyakarta
Gilarso, T. 1994. Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro Jilid 2. Kanisius. Yogyakarta
http://emperordeva.wordpress.com/about/makalah-pasar-persaingan-sempurna/






0 komentar:
Posting Komentar